Rabu, 15 Februari 2017

She : "Money is coming"

Dia sedang bahagia hari ini.

Tampak sangat bahagia.

Walaupun dia memang selalu tampak bahagia setiap hari, tapi kurasa hari ini memang telah terjadi sesuatu yang baik baginya.

Aku tersenyum menyapanya, lalu bertanya ada apa dengannya hari ini.

Dia menjawab senyumku dengan lebar, dia menjawab bahwa hari ini ternyata rumahnya telah resmi terjual.

Dia memang sudah cukup lama bercerita bahwa rumahnya akan dijual, tetapi kurasa dia baru saja menemukan orang yang akan benar-benar membeli rumahnya (menjual rumah tidak semudah menjual baju).

Dia melanjutkan bercerita, ia senang bahwa sebentar lagi uang akan datang padanya. Dia bilang sudah sekitar enam bulan dia tidak makan. Ekspresinya langsung berubah memelas, bahkan tangannya juga sedang memegang perut seakan menahan lapar.

Aku tersenyum simpul melihatnya.

"Selamat makan."

Senin, 13 Februari 2017

She

Dia adalah seorang gadis remaja biasa. Tampak normal seperti anak sekolahan sewajarnya (walaupun terkadang tak terlihat begitu normal karena dia suka tertawa tanpa sebab).

Dia sangat suka tertawa, bahkan untuk hal-hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu lucu (atau bahkan tidak lucu). Dia tertawa untuk semua hal yang dilihat dan didengarnya.

Saat dia tertawa, dia tampak sangat bahagia. Tawanya akan menular ke orang lain disekitarnya. Candaan yang sebenarnya tak begitu lucu, karena melihat dia tertawa, aku dan yang lain jadi ikut tertawa.

Dia adalah teman sekolah ku, gadis SMA berusia hampir 17 tahun.

Aku iri dengannya.

Karena dia tampak begitu bahagia, bagai tak pernah sekalipun mengalami masalah di hidupnya.

Aku iri.

Aku ingin seperti dia.