Jumat, 03 Maret 2017

Mata dibayar Mata, Mulut dibayar Mata

"Dia pinjam uang lagi sama  Icha," ucap seorang wanita renta sambil menghisap rokoknya. Walaupun berumur lebih dari separuh abad, ia masih tampak begitu aktif.

Seorang gadis remaja terdiam dari aktifitasnya yang sedang sibuk dengan handphone-nya, menatap ke arah Oma, panggilan untuk wanita renta tadi. "Icha?" tanyanya.

"Temannya yang kemarin," jawab Oma. "Bunda pinjam 500 ribu."

"Tau darimana?"

"Itu Icha-nya ada datang."

Gadis remaja yang kerap dipanggil Taya ini pun kembali sibuk dengan handphone-nya, menganggap kejadian yang baru saja didengarnya hanyalah angin lalu. Ia menganggap hal tersebut wajar, di dalam ruang lingkup keluarganya.

"KAMU TUNGGU DISINI, SAYA MAU PERGI SEBENTAR," sayup-sayup terdengar suara seseorang wanita yang tengah berbicara dengan nada tinggi.

"Terus Icha ditinggalin sendiri disini?"

"Cuman sebentar. Saya mau pergi cari uang dulu buat bayar kamu," jawab Bunda dengan nada marah, lalu beralih menatap Oma. "Yeni mau pergi bentar, Mah. Jaga Syifa."

"Mau kemana lagi?" tanya Oma.

"Ada lah pergi pokoknya."

"Kemana?"

"Cari duit, lah."

"Emangnya sekali pergi keluar langsung bisa nemu 500ribu secepat itu?" tanya Oma yang langsung membuat Bunda terdiam.

"Pokoknya pergi dulu. Jaga Syifa," ucapnya dengan nada marah sambil berjalan menuju motor yang terparkir di garasi. Seorang anak perempuan yang berumur tiga tahun mengikutinya sambil menangis.

"DIAM YA KAMU!! BUNDA NIH MAU CARI DUIT!!!" bentaknya kepada Syifa, anak kecil tadi, yang semakin membuat anak itu menangis kencang. Taya, kakaknya Syifa, langsung menghampiri adik kecilnya dan membawanya masuk ke dalam rumah, tanpa memperdulikan sang Bunda.



Pontianak,
03 Maret 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar